Sumber foto: Istimewa
Sebanyak 16 orang di Kabupaten Pandeglang, Banten, yang mengatasnamakan aliran Hakekok Balakasuta, menggelar ritual mandi bersama tanpa mengenakan pakaian. Mereka ditangkap polisi pada Kamis 11 Maret 2021.
Puluhan orang mengikuti ritual di areal perkebunan kelapa sawit di Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, yang terdiri dari perempuan dewasa, laki-laki dan anak-anak.
Tujuan dari ritual ini dipercaya untuk mensucikan diri. Sementara itu, pemimpin kelompok ini mengaku bosan karena tidak pernah kaya. Polisi juga menemukan beberapa benda seperti jimat dan alat kontrasepsi dari ketua kelompok yang diduga aliran sesat.
1. Ritual mandi bersama untuk menyucikan diri, karena kebosanan tidak pernah kaya
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pandeglang, Tubagus Hamdi, mengaku sudah menanyakan Arya, pimpinan kelompok ini. Diakui Arya, ritual itu dilakukan untuk menyucikan diri setelah menunggu bertahun-tahun agar harapan mereka menjadi kaya tak terwujud.
Berdasarkan keterangan Arya, mereka sudah berkomitmen dengan Imam Mahdi dan dijanjikan harta.
“Ditunggu-tunggu tak kunjung tiba akhirnya malam kemarin melakukan rajaban. Setelah itu memutuskan yuk menyucikan diri, bebersih kita bubar,” kata Hamdi menirukan ucapan Arya, Jumat 12 Maret 2021.
2. Ketua kelompok Hakekok Balakasuta mengakui bahwa dia salah
Namun, Hamdi mengatakan bahwa Arya, sebagai pemimpin sekte Hakekok Balakasuta, telah mengakui bahwa dia salah dan akan bertobat. Apa yang mereka lakukan telah menyimpang dari aturan agama dan norma sosial di masyarakat.
“Saya ketemu dengan pimpinannya, Arya, dia merasa bersalah, siap dibenarkan, siap dibimbing dan dibina pengen tobat,” tandasnya.
3. MUI mengatakan kelompok Hakekok Balakasuta telah ada selama bertahun-tahun
Hamdi menegaskan, kelompok ini sudah lama ada dan pernah dibina MUI, tapi kembali berulah.
“Pernah dibina oleh MUI Cigeulis tertutup mereka itu. Sudah bertahun-tahun hanya ketahuan kali ini,” ucapnya.
MUI juga mengkritisi tindakan kelompok yang membuat resah warga. “Udah baik dan kondusif, dan sekarang malah kumat lagi secara sembunyi-bunyi,” kata Hamdi.
4. MUI mengatakan aliran ini sesat
Menurut MUI, aktivitas puluhan orang tersebut tidak dibenarkan oleh agama apapun. Apalagi mandi bersama tanpa busana.
“Ya, memang sudah menyimpang. Kami sangat menyayangkan,” ucapnya.
Namun, MUI meminta seluruh masyarakat menahan diri dan tidak main hakim sendiri. Masyarakat diminta menyerahkan seluruh proses perkara ini ke aparat hukum.
"Percayakan semua ke aparat penegak hukum jangan mengambil tindakan sendiri," kata Hamdi
5. MUI mengusulkan agar kelompok Hakekok Balakasuta dibina kembali
Hamdi mengatakan, pihaknya akan mengusulkan agar kelompok tersebut diberi pembinaan lebih lanjut dalam rapat Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) yang merupakan bagian dari beberapa instansi terkait di Pandeglang.
"Apakah pembinaannya bekerja sama dengan pihak kepolisian atau bagaimana. Insyaallah dan mudah-mudahan bisa kembali lagi ke jalan yang benar," ucapnya.
6. Kasus ini terungkap karena ada kejanggalan dari warga
Kelompok sesat ini dipimpin oleh seorang pria bernama Arya, warga Kampung Polos, Desa Waringin Kurung, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang. Pria berusia 52 tahun ini mengajak kelompoknya untuk mandi bersama tanpa mengenakan pakaian.
“Awal mula terungkap ada informasi ada kegiatan janggal, anggota melihat langsung dan mendokumentasikan. Mereka langsung kami amankan,” kata Kapolsek Pandeglang AKBP Hamam Wahyudi, saat dikonfirmasi, Banten, Kamis 11 Maret 2021.
7. Polisi menemukan kondom, buku, pusaka, dan jimat di kediaman pimpinan Hakekok Balakasuta
Polisi menemukan sejumlah barang berupa buku, pusaka, jimat, dan alat kontrasepsi di kediaman Arya, Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang.
“Masih kita amankan. Berdasarkan olah TKP (tempat kejadian perkara) betul itu (barang-barang) ada di salah satu kediaman orang tersebut,” kata Hamam.
8. Anggota Hakekok Balakasuta tertutup dengan tetangga
Berdasarkan pemeriksaan sementara, kata Hamam, anggota kelompok sesat itu hanya ada di Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis. Sejauh ini belum ditemukan anggota di wilayah lain di Kabupaten Pandeglang.
Selain itu, anggota kelompok ini dianggap menutup diri dari tetangganya. “Jadi anggotanya sementara hanya orang-orang yang kita amankan kemarin,” ucapnya.
9. Arya mengaku tidak ada aktivitas seksual di kelompok Hakekok Balakasuta
Meski ditemukan alat kontrasepsi, berdasarkan pengakuan Arya, tidak ada aktivitas ritual yang mengarah pada aktivitas seksual dalam kelompok tersebut.
Sementara itu, sejumlah pusaka milik Arya, konon untuk membuktikan kepada para pengikutnya bahwa ia punya kemampuan lebih.
“Untuk pegangan yang bersangkutan digunakan seperti namanya seorang ketua mungkin mempunyai kemampuan lebih, sehingga bisa memengaruhi pengikut-pengikutnya,” kata Hamam.
Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | Sewu Tangkas


0 Comments