Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Waspada, Tindakan Pembajakan Akun WhatsApp Kembali Terjadi

 Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber), Bareskrim Polri kembali mengingatkan pengguna aplikasi WhatsApp untuk selalu berhati-hati saat menerima SMS mencurigakan, terutama jika terindikasi meminta kode OTP.


Hal itu diungkapkan melalui akun Cyber ​​Polisi beberapa hari lalu. Dalam cuitannya, Dittipidsiber Bareskrim Polri mengingatkan pengguna untuk waspada saat menerima pesan teks yang berasal dari WhatsApp.


“Saat ini banyak cara pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil alih akun WhatsApp tersebut,” tulis akun @CCICPolri. Dalam unggahan tersebut, Dittipidsiber juga menyertakan contoh SMS yang diindikasikan sebagai upaya untuk mengambil alih akun WhatsApp seseorang.


Salah satu contoh yang diberikan adalah mode pengiriman kode enam digit yang salah ke nomor seseorang. Biasanya penipu akan meminta penerima pesan untuk memberikan nomor yang mereka terima dan tanpa menyadarinya adalah kode OTP WhatsApp.


Selain itu, terdapat pesan lain yang berisi informasi dari pengguna WhatsApp yang telah mengaktifkan akun bisnis. Karenanya, penerima pesan biasanya diminta untuk mengklik link yang disertakan.


"Kalau mendapat SMS dari Whatsapp, jangan bagikan kode yang kamu dapatkan dan jangan klik linknya," tulis akun Police Cyber ​​lebih lanjut.


Modus lain yang baru-baru ini diidentifikasi adalah pesan singkat dalam bahasa asing yang disertai dengan kode enam digit di dalamnya. Sama seperti contoh pertama, biasanya penerima pesan akan dihubungi oleh orang lain yang menanyakan kode enam digit tersebut.


Alasan yang diberikan biasanya serupa, yaitu nomor yang dikirim tidak benar. Padahal, nomor yang diterimanya adalah kode OTP WhatsApp, sehingga jika diberikan kepada orang lain bisa mengambil alih akun tersebut.


Waspada, Tindakan Pembajakan Akun WhatsApp Kembali Terjadi

Sebagai informasi, WhatsApp kembali menjadi incaran para penjahat dunia maya untuk melancarkan aksinya terhadap lebih dari dua miliar pengguna aplikasi milik Facebook.


Metode yang digunakan oleh para penjahat dunia maya ini cukup dikenal oleh banyak pengguna WhatsApp, dimana pelaku dapat meretas akun pengguna dengan metode penipuan pesan OTP (one time password).


Sejumlah pengguna mulai melaporkan di berbagai platform media sosial tentang akun WhatsApp mereka yang diambil alih oleh peretas.


Karena banyaknya pemberitaan tersebut, Malaysian Communications and Multimedia Commission (MCMC) pun mengeluarkan peringatan kepada pengguna WhatsApp untuk selalu mewaspadai berbagai cara tindak kriminal.

Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | Sewu Tangkas

Post a Comment

0 Comments