Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

FPI Dikatikan dengan Teroris, Munawarman: Ada Opini yang mau Digiring

 

Sewu Tangkas - Mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman, sumber foto: Istimewa


Mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengatakan, FPI tidak terlibat dengan aksi teror di Indonesia belakangan ini. Menurutnya, FPI sudah tidak ada lagi.


"Letakkan dulu secara hukum atau opini, kalau secara hukum, maka sebuah entitas yang sudah almarhum tidak ada kaitan lagi dengan orang-orang yang mengaku simpatisan," kata Munarman dalam acara Mata Najwa di Trans7, Rabu 7 April 2021 malam.


Munarman mengatakan ada penggiringan opini


Munarman mengungkapkan, mengenai orang FPI yang terpapar ideologi terorisme, itu urusan masing-masing orang. Ia melihat adanya huru-hara dengan sering menyebut peran FPI dalam aksi terorisme di Indonesia.


“Ada opini yang mau digiring menurut saya itu. Tujuannya, untuk menggiring FPI jadi organisasi teroris, ketika FPI sah secara opini publik sebagai organisasi teroris, maka semua bekas orang FPI boleh ditindas, boleh diperlakukan di luar hukum," katanya.


Tidak ada niat pemerintah untuk mengaitkan terorisme dengan FPI


Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Rumadi Ahmad mengungkapkan, sebenarnya pemerintah tidak berniat mengaitkan isu terorisme dengan FPI. Namun, saat polisi menemukan atribut FPI saat penggeledahan, itu menjadi barang bukti polisi.


“Tidak ada keinginan khusus dari pemerintah untuk mengaitkan semua persoalan dengan FPI. Soal terorisme itu semata-mata tindakan terorisme bisa dideteksi sedini mungkin. Jadi tidak secara khusus pemerintah menggiring opini, ingin memojokkan satu kelompok,” kata Rumadi, di kesempatan yang sama.


Pemerintah, lanjut Rumadi, hanya memastikan bahwa jaringan terorisme, dari manapun asalnya, entah bersinggungan dengan organisasi yang sudah dibubarkan atau tidak, harus diperlakukan secara hukum.


Tersangka bom Makassar pernah baiat di markas FPI


Sementara itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, empat tersangka pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, telah melakukan baiat di markas FPI.


Berdasarkan hasil interogasi yang dilakukan Densus 88 terungkap bahwa AS alias AR berperan dalam perencanaan dan tindak lanjut kejadian di Villa Mutiara.


“Kemudian telah berbaiat di markas FPI yang merupakan markas organisasi yang sekarang sudah terlarang. Yang saat itu (baiat) dipimpin oleh ustaz Basri,” kata Ramadhan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 30 Maret 2021.

 Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | Sewu Tangkas



Post a Comment

0 Comments