Sumber foto : dok. Netflix
Sewu Tangkas - Drama Korea D.P memicu perdebatan mengenai wajib militer Korea Selatan. Perdebatan ini kembali muncul lantaran serial ini menunjukkan kisah yang mengingatkan kembali terhadap skandal pelecehan dan kekerasan yang dialami oleh peserta wajib militer.
Para mantan militer pun turut merespon terkait serial ini. Beberapa mengungkapkan drama ini mencerminkan pengalaman mereka selama menjalani masa wajib militer.
Ada pula yang mengungkapkan bahwa penggambaran pelecehan di drama ini berlebihan. Sementara beberapa lainnya menghindari drama ini dalam rangka mencegah ingatan traumatis mereka yang kemudian muncul lagi.
"Ada adegan di drama D.P. di mana mereka melempar sepatu tempur (ke tentara). Saya mengalami banyak pelecehan yang serupa. Sekarang saya melihat ke belakang, saya merasa hal tersebut tidak adil, tetapi pada saat itu itu sangat umum." kata Ma Joon-bin, salah satu peserta wajib militer periode 2013 hingga 2014.
Sementara itu, Lee Jun-tae adalah peserta wajib militer tahun 2017 hingga 2019, mengungkapkan tidak pernah mengalami maupun mendengar ada temannya yang mengalami pelecehan selama menjalani masa wajib militer.
Menanggapi perdebatan yang muncul tersebut, sutradara Han Jun-hee mengatakan bahwa dirinya telah berusaha untuk membuat kisah yang manusiawi, terutama mengenai sistem militer yang dikenal membuat para desertirnya menjadi korban, penjahat, serta kerugian yang muncul pada mereka yang terpaksa untuk melakukan perburuan.
"'D.P' meruoajan kisah untuk melacak seorang desertir, tetapi pada saat yang bersamaan, ini merupakan kisah paradoks mencari putra, saudara lelaki, atau kekasih seseorang yang malang," kata Han kepada Reuters.
Kementerian Pertahanan Korea Selatan juga tirit angkat suara mengenai drama yang tayang pada akhir Agustus tersebut. Juru bicara kementerian mengungkapkan bahwa lingkungan militer tidak berubah dan kementerian telah mencoba untuk memberantas pelecehan serta perlakuan kasar.
Pada pekan lalu, militer Korea Selatan mengumumkan bahwa mereka berencana untuk menghapus sistem yang memungkinkan tentara berpangkat tinggi bisa melacak prajurit yang melakukan desersi.
Rencana tersebut sebenarnya telah ada sebelum serial D.P ini tayang. Perubahan tersebut akan mulai berlaku pada Juli 2022 mendatang.
D.P yang merupakan serial mengenai Unit Angkatan Darat tersebut bertugas untuk melacak para tentara yang mangkir dari kewajibannya.
Serial ini akan berfokus pada tokoh bernama Jun-ho (Jung Hae-in) yaitu seorang tentara yang ditugaskan di unit D.P lantaran kejelian dan kegigihannya. Jun-ho adalah sosoi yang tidak mudah emosi, patuh terhadap aturan, dan juga pendiam.
D.P tayang pada saat terjadi perdebatan masa depan serta potensi penyalahgunaan di program wajib militer Korea Selatan. Dunia militer Korea Selatan sebelumnya telah diguncang oleh berbagai skandal pelecehan seksual pada tahun ini.
Hal tersebut mendorong anggota parlemen untuk mengeluarkan undang-undang berisikan pelecehan seksual serta kejahatan kekerasan di militer yang nantinya akan ditangani oleh pengadilan sipil.
Korea Selatan mempunyai jumlah militer aktif sebanyak 550 ribu orang dengan 2,7 juta tentara cadangan, serta masa ketegangan puluhan tahun dengan Korea Utara.
Semua laki-laki di Korea Selatan diketahui harus menjalani tiga wajib militer serta mengabdi selama 21 bulan, tergantung pada tugas dan penempatannya.
Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | Sewu Tangkas

0 Comments