Ilustrasi, sumber foto: Istimewa
Hubungan seksual adalah urusan pribadi setiap orang. Berbicara seputar hal ini sangat tabu dan tidak banyak dikatakan atau didengar. Tak jarang, banyak orang bisa menyembunyikan penyimpangan seksualnya.
Dalam beberapa kasus, pelecehan seksual sangat mengganggu masyarakat karena secara langsung mengganggu masyarakat dan dianggap tidak normal. Namun disisi lain juga sangat unik karena hubungan seksualnya tidak sama dengan yang kita bayangkan. Berikut ini adalah gangguan seksual yang cukup ramai dibicarakan.
1. Sadisme
Penyimpangan seksual ini melibatkan kesenangan pelaku dalam menyiksa korbannya. Penyiksaan bisa bersifat fisik atau psikologis. Namun hal ini hanya berlaku pada proses penyiksaan dan tidak melibatkan rasa sakit yang dirasakan oleh korban.
Bukan tidak mungkin pelaku akan bergairah meski sebenarnya tidak sedang berhubungan seks. Dengan kondisi ini, sadisme diklasifikasikan berbeda dengan sadomasokis.
2. Sadomasokis
Pada kelainan seksual sadomasokis, pelaku akan mendapatkan kepuasan seksual melalui rasa sakit yang disampaikan kepadanya baik melalui pelecehan verbal maupun non verbal. Sadomasokis seringkali mengarah pada hal-hal yang berbahaya, seperti mati lemas hingga kekurangan oksigen hingga mencapai orgasme, namun hal ini tetap bisa dikendalikan. Oleh karena itu, dalam dunia sadomasokis terdapat kesepakatan sejauh mana aktivitas seksual ini berlangsung.
3. Pedofilia
Istilah ini sering kita dengar dalam pemberitaan yang merujuk pada orang yang memiliki nafsu seksual terhadap anak kecil. Bentuknya bisa bermacam-macam.
Mulai dari kontak langsung dengan anak di bawah usia 13 tahun atau melakukan masturbasi di depan anak. Kasus ini biasanya dipicu oleh hal-hal traumatis yang sangat berat yang menimpa pelaku.
4. Froteurisme
Dalam hal ini, kepuasan seksual pelaku didapat dengan cara bergesekan. Umumnya aktivitas ini ditujukan pada orang asing dan mungkin melibatkan gesekan di seluruh tubuh.
Mulai dari menyentuh payudara, bokong atau langsung ke alat kelamin. Froteurisme seringkali menjadi masalah di ranah hukum karena aktivitas seksual ini membawa ketidaknyamanan bagi orang-orang di sekitar.
5. Nekrofilia
Ini adalah kondisi dimana pelaku bisa mendapatkan kepuasan seksual melalui persetubuhan dengan jenazah. Dari sebuah jurnal pada tahun 1989 diketahui bahwa ada beberapa motivasi yang menjadi pemicu terjadinya gangguan ini.
Pertama, obsesi pelaku untuk memiliki pasangan yang tidak ada atau sudah meninggal dunia. Yang kedua adalah rasa reuni dengan pasangan yang telah meninggal. Ketiga adalah ketertarikan seksual pada mayat dan yang lainnya adalah kenyamanan dari rasa isolasi atau mencari kepercayaan diri dengan menunjukkan kekuatan pada korban pembunuhan.
6. Beastiality
Jika nekrofilia adalah ketertarikan pada mayat, maka beastiality adalah ketertarikan pada hewan. Dalam beastiality, pelaku sangat gembira saat berhubungan seks dengan hewan.
Menariknya, dalam mitologi dunia, penggambaran beastiality ini cukup umum. Misalnya, ada kisah Zeus yang berubah menjadi angsa berhubungan seks dengan seorang wanita bernama Leda.
7. Zoophilia
Mirip, tapi tidak sama dengan beastiality. Beastiality hanya menginginkan hubungan dalam kontak fisik, sedangkan pada zoophilia tidak hanya kontak fisik tetapi juga hubungan emosional. Kasus-kasus seperti kawin dengan hewan memang bisa disebut sebagai zoophilia, namun perlu penelitian mendalam karena bisa saja hanya untuk mencari sensasi.
Itulah beberapa kelainan seksual yang ada. Masih banyak lagi, tapi percayalah, kamu tidak ingin mengetahuinya.
Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | Sewu Tangkas


0 Comments