Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

7 Tips Ini Bakal Bantu Kamu yang Ingin Mulai Menulis Karya Fiksi

 

Ilustrasi, sumber foto: Istimewa


Setiap orang yang ingin menulis cerita untuk pertama kalinya pasti punya alasannya masing-masing. Ada orang yang tujuannya adalah untuk berbagi ide atau pemikiran dengan pembaca, sementara yang lain ingin dibayar. Namun, tak sedikit pula orang yang berhenti menulis, bahkan sebelum impian dan motivasinya menjadi kenyataan. Alasannya bermacam-macam, mulai dari writer's block, hingga alasan yang paling sering didengar: Malas.


Nah, bagi kamu yang baru berniat untuk mulai menulis fiksi, baik itu dalam bentuk cerpen, cerbung, maupun novel, kamu bisa mencoba menerapkan delapan tips ini agar tidak terjebak di tengah jalan kedepannya:


1. Tanamkan Niat Kuat, Kesabaran, dan Pantang Menyerah


Setelah membaca poin pertama ini, kamu mungkin berpikir, "Ah, saya juga sudah mengetahui ini." Tapi kenyataannya, banyak orang berhenti menulis karena kekurangan ini. Jika kamu berniat mengirimkan tulisanmu ke media massa, kamu mungkin akan mendapatkan banyak penolakan sebelum tulisanmu bisa dipublikasikan. Kecuali ... kecuali jika kamu beruntung, atau tulisan pertamamu bagus dan pantas untuk dicocokkan.


Intinya, pantang menyerah meski tulisanmu ditolak puluhan kali. Anggap saja penolakan sebagai pelajaran, agar kamu bisa menilai kembali hasil tulisamu. Lagipula, bahkan penulis seperti Stephen King pun ditolak. Sekarang dia dianggap sebagai master dalam penulisan genre horor.


2. Membaca Banyak Buku


Seorang penulis yang andal tidak lain adalah pembaca yang baik. Yup, jangan pernah mengira bahwa tugas seorang penulis fiksi hanya menulis, dia juga harus banyak membaca. Bacaan tidak terbatas pada karya fiksi, tetapi segala jenis bacaan yang bermanfaat.


Lantas, kenapa penulis harus banyak membaca? Pertama, belajar menulis dengan baik. Kedua, bahan bacaan bisa menjadi sumber inspirasi. Ketiga, mendapatkan informasi dan referensi yang dapat membantu proses penulisan.


Bayangkan jika seorang penulis fiksi tidak tahu apa yang dia bicarakan dalam tulisannya. Yang benar-benar ada tidak dibahas secara serius oleh pembaca, tetapi dikritik habis-habisan. Pernahkan kamu melihat misinformasi dalam film, misalnya? Sebagai contoh kasar, seorang psikiater, yang malah membantu pasiennya yang depresi, menyebut pasiennya gila. Itu bukanlah cara yang baik untuk menjelaskan bagaimana seorang psikiater harus berbicara.


3. Perhatikan Keadaan di Sekitarmu, Inspirasi Bisa Datang dari Mana Saja


Selain membaca, kamu bisa mendapatkan inspirasi tulisanmu dari lingkungan sekitar. Mulai dari lingkungan hingga kejadian-kejadian yang terjadi di seberang lautan, kamu bisa menjadikan semua isu atau karakter dalam tulisanmu. Faktor terpenting agar kamu bisa mendapatkan inspirasi dari hal ini hanyalah kejelianmu sendiri.


4. Buat Garis Besar Tulisan atau Catatan


Kecuali kamu seorang penulis seperti Gabriel Garcia Marquez yang bisa menulis dengan lancar tanpa membuat catatan, ada baiknya kamu terlebih dahulu menuliskan deskripsi dari tulisan yang akan kamu buat. Misalnya, apa garis besar plot secara kasar, bagaimana penokohan tokoh fiksimu, setting apa yang tepat untuk digunakan dalam cerita, apa yang akan dilakukan tokoh A jika dihadapkan pada situasi tertentu?


Perencanaan seperti ini bertujuan agar kamu tidak kehilangan arah saat menulis dan agar tulisanmu tidak mengandung kontradiksi di dalamnya.


5. Tidak Perlu Memikirkan Terlalu Banyak Kekhawatiran yang Tidak Penting


“Akankah tulisan saya bagus, ya? Akankah orang menyukai cerita yang saya tulis? "


Ketakutan seperti itu berpotensi menghantui pikiranmu saat menulis. Tapi percayalah, kamu tidak akan mendapatkan keuntungan jika terus memikirkannya. Tulis saja apa yang ada di pikiranmu, karena bagaimanapun, kamu juga punya kesempatan untuk mengeditnya, bukan?


6. Perhatikan Aturan Penulisan


Bukan menggurui, tapi jangan pernah meremehkan hal yang satu ini. Misalnya, jika ingin mengirimkan tulisan ke media, hal penting yang akan dinilai adalah: apakah ada kesalahan tanda baca, salah ketik, salah diksi, dan salah ejaan? Itu tidak lucu juga, jika cerita kamu benar-benar bagus, itu tidak dipublikasikan hanya karena banyak kesalahan ini.


Jadikan Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai teman dekatmu dalam menulis dan pelajari aturan dasar menulis.


7. Minta Pendapat Orang Lain


Bagi sebagian orang, kritik dari orang lain bisa jadi tidak menyenangkan. Tapi, pernahkah kamu mendengar bahwa menilai orang lain lebih mudah daripada menilai diri sendiri? Ada beberapa kebenaran dalam kata-kata ini, dan pendapat orang lain sangat penting agar kita bisa berkembang.


Tapi, sejauh mana kata-kata orang lain mempengaruhi dirimu? Lebih baik jika kamu memfilter pendapat orang lain dengan prinsip yang kamu miliki. Jika kamu merasa saran orang lain sangat bertentangan dengan prinsipmu, sebaiknya kamu "membuang" saran mereka.


Misalnya, jangan biarkan hal seperti ini memengaruhi dirimu: “Tulisanmu buruk! Mending nyerah aja, kamu tak miliki bakat untuk menulis.“ Toh, belum tentu tulisannya lebih bagus dari kamu.


Tutup artikel ini dan mulailah menulis. Jangan buang waktu lagi, mulailah menulis. Menulis itu menyenangkan, lho. Kapan lagi kamu bisa mengungkapkan ide dan perasaanmu dalam bentuk narasi dan dialog? Ditambah lagi, nanti ceritamu akan dibaca dan dibeli oleh orang lain juga. Apakah kamu tertarik untuk mulai menulis?

Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | Sewu Tangkas



Post a Comment

0 Comments