Ilustrasi, sumber foto: res.cloudinary.com
Vaksin MMR merupakan vaksin yang digunakan untuk melindungi tubuh dari tiga jenis penyakit yaitu campak (campak), gondongan (mumps), dan rubella. Vaksin MMR dianjurkan untuk semua kelompok umur, terutama anak-anak dan orang dewasa yang belum mendapatkan vaksin ini.
Vaksin MMR mengandung kombinasi virus campak, gondongan, dan rubella yang dilemahkan. Pemberian virus yang dilemahkan ini akan memicu sistem kekebalan untuk memproduksi antibodi untuk melawan ketiga penyakit tersebut.
Saat ini telah dikembangkan vaksin kombinasi yang disebut dengan vaksin MMRV. Vaksin ini tidak hanya melindungi tubuh dari penyakit campak, gondongan, dan rubella, tetapi juga cacar air. Vaksin MMRV dapat digunakan untuk anak usia 12 bulan sampai 12 tahun.
Di Indonesia sendiri, vaksin MR (campak dan rubella) diutamakan dalam program imunisasi wajib, yaitu pada usia 9 bulan. Pasalnya, pemerintah Indonesia telah memprioritaskan pencegahan penyakit campak dan rubella yang dapat menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian.
Oleh karena itu, bagi anak yang sudah mendapat vaksin MMR dianjurkan untuk terus mendapat vaksin MR agar tubuh memiliki kekebalan penuh terhadap penyakit campak dan rubella.
Indikasi Pemberian Vaksin MMR
Ada dua kelompok individu yang direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin MMR, yaitu:
Anak-anak
Vaksin MMR dapat diperoleh melalui program imunisasi anak rutin. Dosis pertama vaksin MMR harus diterima saat anak berusia 12–15 bulan, sedangkan dosis kedua diterima saat anak berusia 4–6 tahun.
Jika seorang anak baru saja menerima satu dosis vaksin MMR, maka tubuhnya belum sepenuhnya terlindungi dari risiko campak, gondongan, dan rubella.
Remaja dan Dewasa
Orang dewasa yang belum pernah atau telah menerima vaksin MMR hanya sekali dianjurkan untuk menerima dua suntikan vaksin MMR dengan selang waktu 1 bulan. Orang dewasa yang direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin MMR adalah:
Wanita berencana untuk hamil
Orang yang akan mengunjungi daerah yang sedang atau pernah mengalami wabah campak
Pekerja kesehatan
Peringatan Pemberian Vaksin MMR
Vaksin MMR umumnya tidak dianjurkan atau ditunda pada orang dengan kondisi berikut:
Memiliki atau pernah mengalami reaksi alergi parah terhadap vaksin MMR
Menderita kanker atau sedang menjalani pengobatan yang mempengaruhi sistem kekebalan, seperti pengobatan dengan kortikosteroid, radioterapi, atau kemoterapi
Sedang hamil, karena vaksin ini dapat menyebabkan komplikasi kehamilan dan menyebabkan keguguran
Menderita penyakit yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, seperti HIV / AIDS
Memiliki riwayat keluarga gangguan sistem kekebalan
Baru saja menjalani transfusi darah
Menderita tuberkulosis
Menerima vaksin lain dalam 4 minggu terakhir
Memiliki riwayat gangguan pembekuan darah
Sebelum Pemberian Vaksin MMR
Sebelum vaksinasi MMR, dokter akan menanyakan tentang riwayat kesehatan, riwayat alergi, obat yang dikonsumsi, dan gaya hidup pasien. Dokter juga akan menjelaskan manfaat dan risiko yang mungkin dialami pasien setelah vaksinasi.
Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengukur suhu tubuh, tekanan darah, dan detak jantung, untuk memastikan pasien dalam keadaan baik, sehingga risiko efek samping pasca vaksinasi menjadi rendah.
Bagi orang tua, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebelum anak mendapat vaksin MMR, yaitu:
Bawalah buku imunisasi anak, agar dokter bisa melihat vaksin apa saja yang sudah diterima
Bawalah mainan atau benda favorit anak untuk menenangkan anak saat diberi vaksin
Pilih pakaian yang nyaman untuk anak, seperti kaos yang tidak ketat
Jelaskan kepada anak dengan bahasa yang sederhana tentang proses vaksinasi yang akan dilakukan
Beri tahu anak Anda bahwa vaksinasi akan membuat mereka tetap sehat
Prosedur Administrasi Vaksin MMR
Vaksin MMR diberikan melalui suntikan di jaringan lemak, tepat di bawah permukaan kulit (subkutan). Untuk pasien anak-anak, penyuntikan umumnya dilakukan di bagian paha. Sedangkan pada remaja dan dewasa suntik dilakukan di lengan atas.
Vaksin yang mengandung virus yang dilemahkan ini akan diberikan sebanyak 0,5 ml dalam sekali suntikan. Berikut tahapan vaksinasi MMR:
Dokter terlebih dahulu membersihkan area yang akan disuntik dengan kapas beralkohol.
Dokter akan menjepit kulit di sekitar area suntikan dengan tangannya.
Dokter akan menyuntikkan vaksin MMR.
Dokter akan memberi kain kasa beralkohol untuk menekan area injeksi saat semprit dilepas untuk mencegah pendarahan.
Bagi orang tua, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menenangkan anak saat anak mendapat vaksinasi MMR, yaitu:
Alihkan perhatian dan berikan ketenangan pada anak dengan memeluk, bernyanyi, atau berbicara dengan lembut.
Lakukan kontak mata dengan anak.
Berikan hiburan kepada anak-anak dengan mainan, buku, atau benda favoritnya.
Pegang anak dengan kuat di pangkuan Anda.
Dorong anak, jika anak cukup mengerti.
Jangan membentak atau memarahi anak, jika anak menangis saat suntikan dilakukan.
Efek Samping Pemberian Vaksin MMR
Vaksin MMR memiliki beberapa efek samping yang mungkin muncul 6-14 hari setelah vaksinasi pertama, yaitu:
Demam
Ruam ringan di area suntikan
Pembengkakan pada kelenjar pipi atau leher
Dalam kasus yang jarang terjadi, vaksin MMR juga dapat menyebabkan beberapa efek samping yang lebih serius, yaitu:
Nyeri sendi atau rasa kaku
Kejang yang disebabkan oleh demam (kejang demam)
Penurunan sementara jumlah trombosit dan dapat menyebabkan perdarahan
Reaksi alergi
Untuk menghindari efek samping yang berbahaya, segera hubungi dokter jika muncul keluhan berupa:
Sangat pusing
Gangguan visual
Telinga berdengung
Reaksi alergi, seperti bintik merah, jantung berdebar, hingga sesak napas
Setelah Pemberian Vaksin MMR
Umumnya prosedur vaksinasi MMR tidak memakan waktu lama. Setelah menjalani vaksinasi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meredakan efek samping ringan yang mungkin timbul, yaitu:
Minum banyak air
Gerakkan lengan jika lengan sakit setelah injeksi vaksin
Kompres area suntikan dengan kain dingin untuk meredakan nyeri
Minum obat pereda nyeri seperti yang direkomendasikan oleh dokter
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua setelah anaknya mendapat vaksin MMR:
Berikan parasetamol khusus untuk anak jika anak mengalami demam ringan setelah vaksinasi.
Pastikan anak banyak minum air putih, karena biasanya anak tidak nafsu makan selama 24 jam setelah vaksinasi.
Kompres area tersebut dengan kain dingin untuk mengurangi kemerahan, nyeri, dan bengkak di area tersebut.
Pantau anak dengan cermat selama beberapa hari.
Hubungi dokter jika anak mengalami gejala atau keluhan yang mengkhawatirkan.
Untuk wanita, gunakan kontrasepsi hingga 1 bulan setelah vaksinasi untuk mencegah kehamilan. Pasalnya, vaksin MMR bisa menyebabkan komplikasi pada kehamilan, bahkan memicu keguguran.
Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | Sewu Tangkas


0 Comments