Seorang ilmuwan lingkungan telah memperingatkan bahwa penis manusia dapat menyusut atau alat kelaminnya berubah bentuk saat lahir akibat polusi. Risetnya tertuang dalam buku 'Count Down' karangan Shanna Swan.
Swan adalah seorang profesor Kedokteran Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat di Fakultas Kedokteran Icahn Rumah Sakit Mount Sinai, New York, Amerika Serikat (AS), mengutip dari situs Mashable, Minggu, 28 Maret 2021.
Ia mengingatkan bahwa senyawa kimia di udara menyebabkan manusia menderita efek samping, seperti ukuran alat kelamin yang tidak normal, disfungsi ereksi, jumlah sperma, dan tingkat kesuburan yang sangat rendah.
Bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan plastik memengaruhi sistem endokrin, yang menghasilkan hormon untuk mengatur hampir semua proses dalam tubuh. Akibatnya, lebih banyak bayi lahir dengan penis yang lebih kecil.
Nah, buku Hitung Mundur ini membahas bagaimana jumlah sperma dan organ reproduksi pria dan wanita dipengaruhi di era modern, dan bagaimana polusi berpotensi membahayakan masa depan umat manusia. Dalam penelitiannya, Swan mempelajari sindrom ftalat pada tikus. Janin yang terpapar bahan kimia dilahirkan dengan alat kelamin yang lebih kecil.
Dalam kasus manusia, dia menemukan bahwa bayi laki-laki yang terpapar bahan kimia tersebut saat berada di dalam rahim memiliki jarak anogenital yang lebih pendek, yang berarti volume penis lebih rendah.
Alasan mengapa hal ini terjadi adalah karena ftalat meniru hormon estrogen, yang kemungkinan akan mengganggu produksi hormon alami dalam tubuh manusia dan berdampak buruk pada perkembangan organ seksual.
Mengenai bagaimana ftalat ini menjangkau bayi yang belum lahir, Swan berpikir bahan kimia plastik kemungkinan besar ditularkan melalui mainan atau makanan. “Bayi yang kini memasuki dunia terkontaminasi zat kimia karena zat yang mereka serap di dalam rahim,” kata Swan.
Penemuan Swan didasarkan pada beberapa penelitian, salah satunya adalah bahwa tingkat sperma pria di negara-negara Barat telah turun lebih dari 50 persen selama empat dekade terakhir. Ia juga memperkirakan bahwa penurunan tingkat kesuburan yang cepat bisa membuat sebagian besar pria menjadi tidak subur pada tahun 2045.
Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | Sewu Tangkas


0 Comments