Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Begini Alasan Pemerintah Beri Izin soal Belajar Tatap Muka Lagi

 

Ilustrasi, sumber foto: koran-jakarta.com


Sewu Tangkas - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan salah satu alasan pemerintah memutuskan membuka kembali kegiatan belajar tatap muka di tengah pandemi COVID-19. Ia mengatakan, masa pembelajaran online memang kurang efektif, terutama untuk wilayah dengan jaringan internet yang buruk.


“Saya juga memahami beberapa daerah sulit melaksanakan sistem daring karena jaringan-jaringan internet yang mungkin tidak ada atau kecepatannya rendah. Tatap muka memang menjadi solusi untuk daerah-daerah yang menghadapi persoalan itu,” kata Tito dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Selasa (30/3/2021).


Pembelajaran online membuat siswa kurang bersosialisasi


Selain itu, Tito menyebut siswa membutuhkan sosialisasi dengan teman-temannya. Tidak hanya itu, menurutnya ada beberapa pokok bahasan yang membutuhkan dialog interaktif tatap muka. Oleh karena itu, pemerintah mengambil keputusan untuk membuka pembelajaran tatap muka.


“Lebih dari itu ekses psikologi dari anak-anak kita yang mereka kurang bersosialisasi secara langsung dengan teman-temannya, dengan yang seusianya dan lain-lain,” kata Tito.


Pembelajaran tatap muka akan dilakukan secara bertahap dan terbatas


Oleh karena itu, lanjut Tito, pada PPKM mikro tahap keempat, pemerintah berupaya membuka ruang pendidikan tatap muka. Namun, pembelajaran tatap muka ini akan dilakukan secara bertahap dan terbatas.


“Secara bertahap dengan menggunakan model yang disimulasikan sendiri di sekolah yang ditentukan, kemudian penetapan protokol secara ketat, bahkan bila perlu proses vaksinasi didahului,” kata Tito.


Pemerintah akan membuka kegiatan belajar tatap muka terbatas pada Juli 2021


Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah akan membuka sekolah tatap muka pada Juli 2021. Ini akan dilanjutkan dengan program vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan yang ditargetkan selesai pada Juni 2021.


“Sehingga pada tahun ajaran baru di bulan Juli 2021, diharapkan seluruh satuan pendidikan dapat menyediakan layanan pembelajaran tatap muka secara terbatas,” ujar Muhadjir dalam keterangan pers yang disiarkan langsung di kanal YouTube Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Selasa (30/3/2021).


Pembatasan pembelajaran tatap muka tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Kesehatan (Menkes) dan Menteri Agama (Menag).


Muhadjir mengatakan, saat ini pemerintah juga telah melaksanakan program vaksinasi. Pendidik dan tenaga kependidikan termasuk dalam prioritas vaksinasi pemerintah. Jadi, targetnya vaksinasi untuk bidang pendidikan selesai pada Juni 2021.


“Vaksinasi terhadap pendidik dan tenaga kependidikan ditargetkan dapat selesai paling lambat bulan Juni 2021. Ini sesuai dengan komitmen dari Pak Menkes yang sekarang hadir,” ujarnya.


Muhadjir mengatakan, keberhasilan pelaksanaan keputusan empat menteri tentang pembelajaran tatap muka sangat bergantung pada komitmen bersama. Menurutnya, sinergi sangat penting untuk menjalin koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.


“Saya sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah untuk pelaksanaan keputusan empat menteri ini dengan turut memberikan sosialisasi kepada satuan pendidikan yang ada di wilayahnya masing-masing,” kata Muhadjir.

Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | Sewu Tangkas

Post a Comment

0 Comments