Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Jelang Sekolah Tatap Muka, Terjadi 3 Klaster Sekolah

 

Ilustrasi, sumber foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah


Sewu Tangkas - Di tengah rencana pemerintah untuk membuka sekolah tatap muka pada Juli, selama Maret terjadi tiga ledakan cluster penyebaran COVID-19 di sekolah-sekolah.


Berdasarkan data Pandemic Talks, platform digital yang menyediakan informasi dan data COVID-19 di Indonesia, terdapat tiga cluster sekolah pada Maret lalu.


"#TOLAKPEMBUKAANSEK K 1/9 Gawat !! 3 Klaster Sekolah Meledak! STOP 43 kasus di SMA kota Padang Panjang 16 kasus di SMKN kota Bandung 20 kasus di SMKN kota Tasikmalaya," tulis akun tersebut, Rabu (31/3/2021).


Terdapat 16 siswa di Bandung yang dinyatakan positif COVID-19 setelah mengikuti masa orientasi sekolah


Pandemic Talks menjelaskan 16 siswa SMA dinyatakan positif COVID-19 setelah dilakukan testing terhadap 386 siswa dan pendidik di Bandung, Jawa Barat.


Kasus penularan di lingkungan sekolah ini terjadi pada 16 siswa kelas X, saat mengikuti masa orientasi sekolah yang berlangsung sejak 15 Maret 2021. Seluruh siswa yang terjangkit COVID-19 termasuk dalam kategori tanpa gejala.


Penularan di lingkungan sekolah diketahui bermula dari siswa yang sakit. Kemudian dilakukan testing terhadap 386 siswa dan pendidik, dan aktivitas sekolah dihentikan.


Di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, 43 siswa dinyatakan positif corona


Tak hanya di Bandung, sebanyak 43 siswa di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, juga ditemukan positif COVID-19 pada 23 Maret 2021. Saat ini, siswa yang positif COVID-19 sedang menjalani isolasi mandiri yang ketat di asrama sekolah.


Dinas Kesehatan Padang Panjang telah meminta siswa yang tidak positif COVID-19 untuk dipulangkan ke daerah asalnya, serta meminta siswa dan guru untuk melaksanakan secara ketat protokol kesehatan (prokes). Namun tidak jelas apakah sekolah tersebut ditutup atau tidak.


Di Tasikmalaya, 20 kasus positif diawali dengan keluhan guru sakit


Di Tasikmalaya, Jawa Barat, berawal dari seorang guru yang mengeluh sakit, ditemukan 20 kasus positif virus corona. Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya menyatakan bahwa sekolah tersebut belum memulai pembelajaran tatap muka, tetapi sekolah tersebut memiliki asrama dan siswanya tinggal di sana.


Kemunculan klaster sekolah ini bermula ketika sekolah mengadakan kegiatan terbatas dan tidak diikuti oleh semua staf, guru, maupun siswa. Kebetulan ada salah satu guru yang mengeluh sakit masih datang ke sekolah untuk mengikuti kegiatan tersebut.


Jumlah anak Indonesia yang terinfeksi COVID-19 mencapai 165.840 kasus


Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 11 Maret 2021, jumlah anak Indonesia yang terinfeksi COVID-19 mencapai 165.840 kasus.


Jumlah anak usia 0 hingga 18 tahun yang dipastikan positif COVID-19 di Indonesia sebanyak 165.840 kasus. Angka ini sekitar 12,1 persen dari total kasus Indonesia. Kasus pada anak usia sekolah 6 sampai 18 tahun mencapai 127.464.


Sudah 780 anak berusia 0 hingga 18 tahun meninggal karena COVID-19. Angka kematian anak usia 0 sampai 18 tahun 0,50 persen. Angka ini sama dengan angka kematian untuk usia 19 sampai 30 tahun sebesar 0,50 persen.


Sekolah tatap muka mulai Juli 2021


Sebelumnya, Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri menetapkan bahwa pembelajaran tatap muka dapat dilakukan oleh lembaga pendidikan dan sekolah mulai Juli 2021. Namun, apakah siswa ke sekolah atau tetap mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) tergantung izin orang tuanya.


Hal tersebut tertuang dalam SKB 4 Menteri tentang Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19.


“Pada ajaran baru di bulan Juli 2021 diharapkan seluruh satuan pendidikan dapat menyediakan layanan pembelajaran tatap muka secara terbatas,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy dalam jumpa pers online SKB 4 Menteri, Selasa (30/3/2021).


Seiring dengan keputusan tersebut, para pendidik dan tenaga kependidikan telah ditetapkan menjadi salah satu kelompok prioritas untuk mendapatkan vaksin COVID-19.


Vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia diharapkan selesai sebelum Tahun Ajaran Baru Juli 2021 dimulai.


“Jadi itu adalah komitmen dan target daripada pemerintah pusat untuk memprioritaskan vaksin bagi guru-guru dan tenaga pendidik, dan juga untuk memastikan bahwa di bulan Juli semua guru-guru kita dan tenaga pendidik kita sudah divaksin,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim di kesempatan yang sama.

 Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | Sewu Tangkas



Post a Comment

0 Comments