Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Presiden Jokowi Berpesan Lebih Kritis dalam Menyikapi Informasi

 

Sewu Tangkas - Presiden Joko Widodo “Jokowi”, sumber foto: BPMI Sekretariat Presiden


Presiden Joko Widodo "Jokowi" mengatakan era digital saat ini memudahkan semua orang untuk mendapatkan informasi. Ini juga menjadi tantangan bagi pemerintah. Apalagi jika informasi yang disebarluaskan adalah informasi yang berlebihan sehingga mengarah pada hoax.


“Konsekuensinya, keberlimpahan dan keterbukaan informasi adalah sebuah kebutuhan. Informasi yang berlebihan merupakan tantangan yang harus kita kelola. Tuntutan masyarakat yang menuntut keterbukaan dan kecepatan informasi juga harus kita kelola," kata Jokowi pada Hari Penyiaran Nasional di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis. (1/4/2021).


Jokowi meminta masyarakat lebih kritis dalam menyikapi informasi


Dengan keterbukaan informasi saat ini, Jokowi meminta masyarakat lebih cerdas dan kritis dalam memilih dan menyikapi informasi. Selain itu regulator dan pengawas juga harus semakin kuat dalam menjalankan tugas dan fungsinya.


“Dengan perbaikan dan penataan ekosistem media penyiaran yang berkelanjutan, saya meyakini industri penyiaran Indoensia akan semakin kuat dan tangguh, semakin diminati masyarakat dengan tampilan dan konten yang semakin berkualitas dan mencerdaskan,” jelas Jokowi.


Jokowi mengatakan keterbukaan informasi sangat terasa saat terjadi pandemi


Jokowi mengatakan pentingnya keterbukaan, kecepatan, dan keakuratan informasi saat pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Padahal, menurut dia, keterbukaan informasi merupakan faktor penting dalam keberhasilan penanganan pandemi.


“Alhamdullilah, dengan informasi yang terbuka, transparan, akuntabel, bertanggung jawab, serta kerja sama antarsemua pihak, kita bisa segera membuat kondisi kondusif dan terukur, dan pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat. Masyarakat juga dapat memahami dan menghadapi pandemi ini dengan informasi yang baik," kata Jokowi.


Keterbukaan informasi membantu mempercepat penanganan pandemi


Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan keterbukaan informasi membantu percepatan penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, Jokowi mengucapkan terima kasih kepada jajaran KPI, pemerintah, dan lembaga penyiaran baik di tingkat pusat maupun daerah yang telah bekerjasama.


“Menyajikan informasi yang akurat dan aktual sejak awal tentang penanganan pandemi COVID melalui edukasi agar disiplin menjalankan protokol kesehatan, kemudian menyebarluaskan program-program pemulihan ekonomi serta menyosialisasikan vaksinasi kepada masyarakat,” ujarnya.


Jokowi meminta KPI melakukan pengawasan yang seimbang


Lebih lanjut, pria kelahiran Solo ini mengingatkan, pengelolaan informasi kedepannya akan semakin besar. Digitalisasi akan memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi.


“Pengawasan oleh KPI harus dilakukan secara berimbang. Kita harus sama-sama menjaga agar masyarakat bisa memperoleh informasi yang akurat, berkualitas dan edukatif. Meningkatkan literasi informasi kepada masyarakat dan mengembangkan kanal-kanal baru yang kreatif agar diminati masyarakat untuk memperoleh informasi yang sehat dan akurat,” ujarnya.

 Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | Sewu Tangkas



Post a Comment

0 Comments