Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Penjelasan Vaksin COVID-19 untuk Anak

 

Ilustrasi, sumber foto: merdeka.com


Sewu Tangkas - Pemberian vaksin COVID-19 untuk anak tidak hanya melindungi anak dari infeksi virus Corona, tetapi juga penting untuk mencegah anak menularkannya kepada orang dewasa yang rentan. Dengan begitu, rantai penularan virus Corona bisa diputus.


Ada lebih sedikit kasus infeksi virus Corona pada anak-anak dibandingkan orang dewasa. Kalaupun terinfeksi, gejala yang dialami anak biasanya ringan dan jarang berakibat fatal.


Meski demikian, pemberian vaksin COVID-19 kepada anak tetap dianggap perlu untuk mengurangi resiko anak tertular virus Corona dan mencegah penularan COVID-19 ke orang dewasa.


Mengapa vaksin COVID-19 untuk anak-anak belum tersedia?


Rendahnya kasus COVID-19 pada anak-anak membuat sebagian besar lembaga penelitian dan produsen vaksin belum melibatkan anak dalam uji klinis vaksin COVID-19.


Selain itu, terdapat beberapa alasan mengapa anak belum dilibatkan dalam proses pengujian vaksin, antara lain:


1. Risiko COVID-19 pada anak-anak


Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, orang dewasa lebih rentan tertular virus Corona dibandingkan anak-anak. Gejala atau komplikasi COVID-19 yang dialami orang dewasa umumnya lebih parah.


Namun, bukan berarti anak-anak bisa kebal terhadap paparan virus ini. Anak-anak juga berisiko terinfeksi dan bahkan bisa mengalami komplikasi serius akibat COVID-19.


2. Sistem kekebalan anak


Sistem kekebalan anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Hal ini membuat dosis vaksin COVID-19 untuk anak-anak tidak sama dengan dosis vaksin untuk orang dewasa.


3. Persetujuan orang tua


Anak-anak belum bisa membuat keputusan sendiri. Oleh karena itu, izin dan persetujuan dari orang tua diperlukan jika peneliti ingin melakukan uji coba vaksin pada anak.


4. Efektivitas dan keamanan vaksin


Peneliti ingin memastikan vaksin COVID-19 yang diberikan kepada orang dewasa memang efektif dan aman sebelum disuntikkan ke anak-anak. Oleh karena itu, diperlukan lebih banyak studi dan data untuk memulai proses penelitian dan pengujian vaksin COVID-19 untuk anak-anak.


Kapan Vaksin COVID-19 untuk Anak Tersedia?


Pada September 2020, Pfizer menjadi perusahaan pertama yang melibatkan anak usia 12-15 tahun dalam uji coba vaksin COVID-19. Tak hanya Pfizer, Moderna juga telah menguji vaksin COVID-19 pada anak usia 12-17 tahun.


Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan keamanan dan efektivitas vaksin COVID-19 untuk anak-anak sebelum vaksin ini dapat digunakan secara luas. Diperkirakan vaksin COVID-19 baru bisa didistribusikan dan diberikan kepada anak dalam kurun waktu 1 tahun ke depan.


Sambil menunggu ketersediaan vaksin COVID-19 untuk anak, para orang tua dapat melakukan tindakan pencegahan dengan selalu menerapkan protokol kesehatan dan mengingatkan anak untuk menerapkannya juga. Selain itu, sebisa mungkin hindari membawa anak keluar rumah.


Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar vaksin COVID-19 untuk anak, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter. Anda juga bisa langsung menghubungi dinas kesehatan atau penyedia layanan kesehatan terdekat dari rumah Anda.

 Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | Sewu Tangkas



Post a Comment

0 Comments