Sewu Tangkas - Tak dapat dipungkiri, perkembangan teknologi saat ini membuat sekelompok peneliti robotika semakin kreatif dalam mengembangkan robot.
Dalam usaha untuk menghadirkan solusi pencarian dan penyelamatan di daerah perkotaan, peneliti robotika mengalihkan perhatian mereka dengan mengembangkan sistem hybrid dengan memadukan komputer dan serangga.
Salah satu serangga yang menjadi pilihan peneliti adalah kecoa, khususnya kecoa Madagaskar. Berbekal sejumlah komponen robotika dan kamera, peneliti dapat mengendalikan kecoa tersebut dengan mikrokontroler.
Selain terpasang perangkat mikrokontroler, peneliti juga menyematkan sebuah kamera yang dipasang dipunggung kecoa Madagaskar, sebagaimana dikutip dari Petapixel, pada Kamis 10 Juni 2021.
Kombinasi kecoa cyborg ini diklaim mampu bernavigasi di lingkungan yang rusak, seperti bangunan yang runtuh secara otonom untuk menemukan dan mendeteksi manusia.
Kemampuan ini dapat terwujud berkat perpaduan algoritma kontrol khusus, dan kemampuan navigasi alami serangga untuk menjelajahi medan yang kompleks, dan "pendeteksi kehadiran manusia" onboard menggunakan kamera inframerah yang dipandu oleh teknologi machine learning.
Karena mengusung konsep hybrid, kecoa cyborg ini memiliki masa pakai "baterai" yang jauh lebih lama daripada robot konvensional dengan ukuran yang sama kecilnya.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari Popular Science, pada Senin 10 September 2018, Belousov tak mau membeberkan informasi mengenai organisasi yang dimaksud.
Adapun pengembangan robot kecoa ini bukanlah yang pertama kalinya. Pada Juli 2015, sekelompok ilmuwan University of California mengembangkan robot kecoa yang bisa memanjat.
Kemudian, di akhir triwulan pertama 2015, sekelompok ilmuwan Texas University juga menggarap proyek serupa.


0 Comments