Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

3 Rahasia Militer yang Bocor Akibat Sengitnya Perang Dingin

 

Ilustrasi, sumber foto: Istimewa


Sewu Tangkas - Pertahanan merupakan salah satu dimensi krusial yang perlu dimiliki suatu negara untuk menjaga kedaulatannya dari berbagai bentuk ancaman. Dalam menjaga segala bentuk fokus pertahanan yang dimiliki oleh negara, diperlukan kerahasiaan dalam jumlah tertentu. Namun, tak sedikit dari rahasia tersebut yang bocor ke ranah publik.


Dikutip dari Reuters, hal itu baru terjadi di Inggris. Pada Minggu (27/6/2021), BBC melaporkan bahwa seorang warga sipil menemukan dokumen rahasia milik Kementerian Pertahanan Inggris tergeletak di sebuah halte bus di London.


Dokumen tersebut berisi informasi tentang kegiatan yang dilakukan militer Inggris beberapa hari lalu, khususnya kapal perang Inggris, HMS Defender yang hampir bertempur dengan Rusia di Laut Hitam. Bocornya informasi sensitif tersebut menyebabkan tersebarnya banyak hal yang jelas-jelas merendahkan martabat Inggris dan mengancam keamanan nasionalnya.


Meski begitu, bocornya rahasia militer dan pertahanan yang dialami Inggris bukanlah yang pertama di dunia akibat maraknya kegiatan spionase dan “pengkhianatan” oleh sebagian orang.


Berikut tiga rahasia militer yang bocor akibat sengitnya perang dingin dan keinginan orang-orang tertentu untuk mencari kebenaran.


Manhattan Project


Label negara adidaya yang melekat pada Amerika Serikat berasal dari tenaga nuklirnya yang berasal dari Proyek Manhattan selama era Perang Dunia II. Proyek yang menjadi pionir nuklirisasi dunia ini menjadi kunci utama bagi AS saat itu untuk menghadapi ancaman kekuatan besar Uni Soviet pasca kekalahan Nazi Jerman pada Perang Dunia II.


Namun, banyak orang Amerika yang terlibat dengan Proyek Manhattan memilih untuk berpihak pada Uni Soviet. Selama Perang Dunia II yang berlangsung hingga tahun 1949, Proyek Manhattan disusupi oleh banyak warga AS yang bersimpati kepada Kremlin. Mereka terus-menerus membocorkan rahasia program nuklir AS ke Uni Soviet, seperti dilansir Federasi Ilmuwan Amerika.


Puluhan orang, seperti David Greenglas dan Julius-Ethel Rosenberg, terbukti membocorkan rahasia sensitif ke Uni Soviet. Kebocoran data rahasia memberi Kremlin keuntungan besar sampai bom atom pertama Uni Soviet, RDS-1, diledakkan pada tahun 1949.


Pembocoran rahasia Proyek Manhattan ke Uni Soviet merupakan upaya beberapa pihak untuk mengantisipasi monopoli AS atas kekuatan dunia melalui senjata nuklir. Tetapi tindakan itu juga menyebabkan perlombaan senjata nuklir antara AS-Uni Soviet selama Perang Dingin yang hampir membuat dunia berakhir.


Mig-25 'Foxbat'


Selama Perang Dingin, negara kuat seperti Amerika Serikat tidak hanya takut pada tenaga nuklir Uni Soviet, tetapi juga peralatan pertahanan Soviet seperti jet tempurnya. Salah satu pesawat tempur Uni Soviet yang paling dirahasiakan adalah Mig-25, pesawat berkecepatan supersonik yang sangat diperhatikan oleh AS dan sekutunya.


BBC melaporkan, kekhawatiran tersebut akhirnya terbayar setelah seorang pilot Soviet, Viktor Belenko, membelot ke AS dengan pesawat Mig-25 dari Vladivostok dan mendarat di Pulau Hokkaido, Jepang, pada tahun 1976. Kremlin sangat tertutup soal pengembangan dan pengadaan. untuk menjaga kerahasiaan Mig. -25, merasa malu ketika Militer AS berhasil mendapatkan jet supersonik dari pilot Soviet yang membelot.


Tidak butuh waktu lama bagi AS untuk menganalisis Mig-25 untuk sampai pada kesimpulan bahwa pesawat tempur itu tidak seseram yang mereka kira. Berkat tindakan Viktor Belenko, AS melanjutkan pengujian dan produksi salah satu pesawat tempur andalannya hingga hari ini, F-16, menggunakan hasil analisis Mig-25.


Namun, tidak lama setelah rahasia Mig-25 bocor ke AS, Uni Soviet telah mengembangkan pesawat yang lebih canggih dari pendahulunya, Mig-31.


Iraq War Logs


Invasi militer Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Irak yang saat itu dipimpin oleh Saddam Husein masih menjadi perdebatan serius hingga saat ini. Banyak yang mempertanyakan pembenaran untuk perang dan kekerasan terhadap warga sipil oleh AS selama invasinya ke Irak. Namun, tidak ada informasi yang tersedia mengenai hal ini sampai akhirnya terungkap ke publik.


Pada tanggal 20 Oktober 2010, WikiLeaks tiba-tiba membocorkan 400.000 dokumen militer AS dan Inggris selama operasi tempurnya di Irak yang berlangsung dari tahun 2004 hingga 2009. Laporan tersebut mengungkapkan banyak rahasia yang sengaja disimpan oleh kedua negara, seperti dilansir The Guardian.


WikiLeaks mengungkapkan tindakan penyiksaan, pelecehan, dan kejahatan terhadap kemanusiaan telah dilakukan oleh militer AS selama pendudukannya di Irak. Ada juga manipulasi data warga sipil Irak yang tewas.


Inggris dan AS mengatakan sebanyak 15 ribu warga sipil tewas dalam operasi militer mereka. Namun, ternyata bocoran data tersebut menyebutkan bahwa 66.081 warga Irak yang tewas dalam perang tersebut terjadi oleh pasukan tempur AS dan Inggris.


Bocornya informasi sensitif ini menyebabkan Julian Assange, pendiri WikiLeaks, terus diincar pemerintah AS karena dianggap menyebarkan informasi rahasia tanpa izin.

Post a Comment

0 Comments