5 Tips Untuk Melindungi Diri dari Ransomware
Sewu Tangkas - Kejahatan siber terus menjadi ancaman bagi para pengguna dunia maya. Salah satunya ialah melalui ransomware, yang mana pelaku kejahatan siber menargetkan perangkat keras untuk mendapatkan informasi berharga dari pengguna (seperti dokumen, gambar, dan database).
Kemudian penjahat siber akan mengenkripsi seluruh data dan file pribadi pengguna dan menguncinya. Lalu ransomware akan memperlihatkan pesan yang menuntut pembayaran sehingga korban bisa mendapatkan kembali data-data yang disandera.
Ransomware bisa masuk ke komputer korban lewat beragam cara. Contohnya dengan cara korban mencolokkan flash drive yang terinfeksi atau mengunduh sesuatu dari situs web yang berbahaya.
Berikut merupakan sejumlah tips dari Kaspersky untuk membantu membentengi diri terhadap bahaya ransomware:
1. Selalu membuat backup
Pengguna internet harus menyimpan file dan dokumen penting secara teratur ke penyimpanan cloud dan juga hard drive eksternal. Para pengguna dapat mencadangkan foto menjadi seminggu sekali atau bahkan setiap bulan.
Pastikan mencadangkan dokumen yang penting setiap beberapa hari atau setiap hari.
Untuk penyimpanan di cloud harus disertai dengan melindungi akses ke penyimpanan cloud menggunakan kata sandi kuat dan otentikasi dua faktor.
2. Waspada terhadap email yang masuk
Lampiran email dan situs web terinfeksi ialah tempat bersembunyi paling umum untuk Trojan ransomware. Jadi perlakukan seluruh email dan pesan tidak terduga sebagai sumber bahaya potensial.
Pastikan pengguna mengenali siapa pengirim email. Perlakukan konten, lampiran dan tautan pada email dari pengirim asing dengan sangat skeptis. Ini juga berlaku bagi pesan yang masuk di aplikasi pesan, media sosial atau forum online mana pun.
Bila terdapat masalah, masukkan pesan ke folder spam, terutama bila meminta pembayaran yang tidak terduga.
3. Hindari mengunjungi situs web mencurigakan
Pelaku kejahatan siber memakai berbagai trik untuk memanipulasi korban supaya mendownload malware. Bila saat mengklik banner dan situs web tidak terduga tampak atau layar meminta pengguna mengunduh sesuatu segeralah tutup halaman.
4. Update software
Untuk dapat menembus perangkat pengguna, pelaku kejahatan siber sering kali mengeksploitasi kerentanan yang telah ditambal oleh pengembang. Oleh karenanya, bila pengguna tidak meng-update software maka mereka akan berisiko pada ancaman tertentu.
Lebih baik mengaktifkan pembaruan otomatis dan periksa pembaruan secara rutin untuk aplikasi yang tidak diupdate secara otomatis.
5. Instal solusi keamanan
Solusi keamanan terbaru dapat mengidentifikasi dan memblokir malware secara real-time. Salah satu contohnya ialah Kaspersky Internet Security yang dapat memproteksi pengguna dari ransomware.
Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | Sewu Tangkas


0 Comments